بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Monday, 11 January 2016

Spartace Couple: Dare to Public


Recently, I found a lot of their intimacy. Daebak, they just need to speak up about their relationship. I'm sure that Running Man fans will not leave them if Spartace open their real relationship (I hope so).
Here are some evidences.

Here's the video when KJK and SJH were holding hand when they went to SBS Entertainment Award 2015.

video


source: spartacecouple instagram

Here is the videos when KJK and SJH side hug.

video

video

link: http://video.weibo.com/show?fid=1034:c67c6befb0dbeb900562d48b9429c8d4&ep=DcxvQCkpe%2C2212412915%2CDcxvQCkpe%2C2212412915

Wednesday, 6 January 2016

Aspek-Aspek Perubahan Yang Terjadi Dalam Kurikulum 2013 Dibanding Dengan Kurikulum 2006



Menurut Supardan (2015:107-108), perubahan yang terjadi dalam kurikulum 2013 adalah sebagai berikut;
1. Perubahan filosofi kurikulum
Kurikulum 2013 menganut filosofi eklektisme (Supardan:2015). Filsafat eklektisme pada hakikatnya adalah ingin memilih yang terbaik dari banyak pendekatan yang berbeda-beda, dari berbagai aliran filsafat pendidikan. Dalam hal ini dipilih filsafat pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

2. Keseimbangan antara soft skills dan hard skills
Kurikulum 2013 mencanangkan keseimbangan antara soft skills dan hard skills. Hal ini tampak dalam perbandingan kompetensi isi dan kompetensi dasar pada setiap pelajaran yang dituliskan secara eksplisit dengan porsi yang berimbang.

3. Pengurangan jumlah mata pelajaran dan penambahan jumlah jam belajar
Kurikulum 2013 memiliki jumlah mata pelajaran yang lebih sedikit, tetapi bertambah jumlah jam belajar pada setiap minggunya

4. Organisasi kurikulum pembelajaran, isi SD (Tematik terpadu/ integratif), SMP (IPS terpadu), SMA (Mata Pelajaran), SMK (Vokasional)
Kurikulum 2013 untuk SD merujuk pada bentuk pengembangan organisasi kurikulum, the integrated, developmental-activity curriculum. Implikasi dari pengembangan kurikulum ini adalah pembelajaran dikemas secara tematik. Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan pembelajaran dengan mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu topic atau tema tertentu dengan aspek perkembangan anak serta kebutuhan dan tuntutan lingkungannya.

5. Pendekatan belajar saintifik
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang merupakan ciri utama dalam pembelajarannya. Perdekatan saintifik memiliki karakteristik; (1) meteri pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran, (2) Interaksi guru dan siswa terbebas dari prasangka, subjektivitas atau penalaran yang menyimpang, (3) Mendorong siswa untuk berfikir kritis, analitis, dan tepat dalam proses pembelajarannya, (4) Medorong dan menginspirasi siswa untuk berpikir rasional dan objektif, (6) Berbasis pada konsep, teori dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan, (7) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas.

6. Penerapan pembelajaran Student Centered Learning
Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik relevan untuk dikembangkan di persekolahan karena dalam pendekatan saintifik, siswa belajar secara aktif dan mandiri. Siswa bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya serta mampu belajar beyond the classroom. Dalam penerapan pembelajaran student-centered ini, guru berperan sebagai mitra pembelajaran dan fasilitator. Dengan demikian siswa didorong untuk belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan usia peserta didik.

7. Penggunaan penilaian autentik

Penilaian autentik merupakan bentuk penilaian yang mengukur kinerja nyata yang dimiliki siswa. Kinerja siswa adalah aktivitas dan hasil aktivitas yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran. 



Daftar Pustaka
Supardan, Dadang. 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Persfektif Filosofi dan Kurikulum.  Bandung. Bumi Aksara

Tuesday, 5 January 2016

The Story of Super Junior KRY - Phonograph Concert

As expected, I always wait Super Junior. But, well, actually I didn't go to Super Show 5 and Super Show 6. Guess what! Because there's no Yesung. Maybe I'm more Yesung's fans rather than Suju's fans. I have limited money, so I have to make a priority. I won't spend my money if I will not enjoy it. And Suju without Yesung is not good for me. lol 

Okay, I went this time. I went to Super Junior KRY concert in Indonesia. This is the first Yesung stage after he finished his army duty. And I spend a lot of money for this concert (for me 2.000.000 rupiah is a lot). Then I paid the ticket (and I still have to pay my univ tuition....help me God).

Super Junior KRY means more Yesung. And I'll definitely enjoy the concert. But I must complaint for the securities. The securities were too much, it was because they found the camera pocket I hid in my bra...lol (It was really an embarrassing moment). And the most annoying thing was when the security told me that I had to go back queue after my camera was taken away, the police said that I had to be re-inspected because there's a possibility that I bring a bomb from toilet..and yes, there a discrimination toward a muslim or muslimah. Because I wore jilbab, it doesn't mean that I bring a bomb and have an intention to blow the building. I really hate that police and his fucking evil mind. How come he accused me as a terrorist who bring a bomb. Their evil mind (all desnsus88's brain had been washed. They are ordered to suspect all muslims) has hurt my feeling and my pride. Well, forget that evil policeman. 

In the concert hall, we're waiting for them, as expected the concert started on time. The concert started at 3 p.m and we'll  have two hours a half enjoying the concert. And then, there's a surprise, Leeteuk came to the stage and sang a song..Maybe because this concert is the last Phonograph concert, Leeteuk came to support his dongsaengs, it's a great bonus though.

Kyuhyun said that he was surprised a lot of fans came and filled the concert venue. But as I knew that there were a lot of empty seats. There're many reasons what there're a lot of empty spots. Maybe the tickets were too expensive. Maybe a lot of Suju fans had already spent their money for end year party. Yes, It was very long weekends, a lot of us spent the long weekends with our family. As I viewed, it's 80% the fans filled the concert venue. I felt sorry for them and us (ELF), because the ticked weren't sold out. But it's a lucky thing for some of us who be able to upgrade the seat. I was the lucky one, I got a better view, I got an almost right in front of the stage, so I could see them from almost perfect seat.

Here is the set list of Super Junior KRY Phonograph Concert.
1. Kyuhyun - Hanamizuki
2. Ryeowook - Coagulation
3. Yesung - Let's Not
3. My Love, My Kiss, My Heart
5. ... Ing
6. Believe
7. In My Dream
8. Lunar Eclipse
9. Grey Paper (That Winter The Wind Blows Ost) (Yesung Solo)
10. It Has to be You (Cinderella Sister Ost) (Yesung Solo)
11. Wild Flower (Kyuhyun Solo)
12. A Million Pieces (Kyuhyun Solo)
13. Separuh Aku (Noah's Song) (Ryeowook Solo)
14. Bunga Terakhir (Bebi Romeo's Song) (Ryeowook Solo)
15. Hello (Leeteuk Special Stage)
16. Someday, Our Love, Good Person (Acoustics Medley)
17. Love Disease
18. Dorothy
19. At Gwanghwamum
20. Sky
21. From U
22. We Can
23. The One I Love

to be continued ....

Angklung Udjo dan Multikulturalisme

Saung Angklung Mang Udjo,tempat wisata di Bandung, Jawa Barat adalah satu-satunya tempat yang bisa dikatakan sebagai pioneer sekaligus menjadi pusat kesenian tradisional angklung yang menyajikan atraksi pagelaran memainkan Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu beserta dengan proses pembuatannya dalam satu kawasan wisata.
Yang menjadi keunggulan pagelaran seni di Saung Angklung Ujo adalah karena selain menampilkan pertunjukan musik Angklung dengan menampilkan lagu-lagu daerah Jawa Barat, ditampilkan pula lagu-lagu modern pop Indonesia, lagu-lagu daerah lain yang ada di Indonesia seperti lagu dari Papua, Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan daerah lainnya,  dan bahkan lagu-lagu dari barat atau negara lainnya seperti lagu-lagu dari negara Cina, Jepang, Amerika, Eropa, dan negara lainnya. Dengan pertunjukkan alat musik tradisional angklung, bisa menampilkan lagu-lagu dari daerah lain dan negara lain, inilah mungkin yang menjadikan pertunjukkan musik Angklung di Saung Udjo lebih unggul dibandingkan dengan pagelaran seni di pusat-pusat budaya di daerah lain. Saung Udjo telah mampu menampilkan wujud multikulturalisme di Indonesia, bahkan multikulturalisme di dunia.



gambar: www.angklung-udjo.co.id

Multikulturalisme di Cina

Cina merupakan negara yang memiliki beragam etnis di luar 56 etnis yang diakui pemerintah Beijing. Di antara ke 56 etnis tersebut, etnis terbesar ialah Han. Cina merupakan negara yang bersifat monokulturalis yang tidak menerima perbedaan kultur maupun norma di luar etnis mayoritas. Hal ini yang menyebabkan pemerintah Beijing sangat berambisi menciptakan “One Han”. Norma yang dianut oleh Cina Han ialah Konfuciusme dan pemerintahan Beijing sendiri menegakkan nilai-nilai komunis dan sosialis. Karena dominasi Han inilah kemudian yang memicu konflik etnis Han dengan etnis Uyghur. Etnis Han adalah etnis terbesar di Cina sedangkan etnis Uyhgur adalah etnis minoritas, etnis Uyghur hanya berjumlah ± 8.399.393 berdasarkan sensus pada 2010. Jumlah tersebut tersusun atas orang keturunan Cina, Kazakhstan (berjumlah 223.100 pada tahun 2009), dan Kirgiztan (berjumlah 49.000 pada tahun 2009). Etnis Uyghur adalah etnis dengan mayoritas beragama Islam.
Diyakini konflik di Xinjiang (antara etnis Uygur dan Cina Han) yang berujung pada tindakan represi militer pemerintahan Beijing baik secara kultural maupun politik muncul karena banyak sebab, baik internal maupun eksternal. Penyebab internal antara lain pencarian Cina akan kebutuhan permintaan energi domestik seiring dengan tuntutan pertumbuhan ekonomi yang pesat.  Karena ambisi pemerintah yang ingin menjadikan bangsa Cina yang hanya terdiri dari etnis Han, Ambisi tersebut diwujudkan melalui orang-orang Han berbondong-bondong datang ke Xin Jiang. Kebijakan ini kemudian ditafsirkan sebagai suatu bentuk kolonialisasi.
Etnis Uyghur menilai Cina Han sebagai penjajah dan bukti represi militernya sangat nyata. Berulang kali benturan antara penduduk sipil dan militer terjadi yang menghasilkan penindasan hak-hak asasi manusia, bahkan pada era revolusi kebudayaan pada masa Mao Zedong terjadi genosida dan pembersihan etnis besar-besaran guna mendukung kebijkan Cina Han. Salah satu korbannya ialah etnis Uygur. Sulit sekali menemukan permulaan konflik karena persengketaan dua etnis tersebut telah terjadi bertahun-tahun, bahkan mungkin sejak era dinasti Cina. Etnis Uyghur adalah etnis dengan mayoritas beragama Islam. Oleh sebab inilah, nilai-nilai komunis sosialis yang dianut oleh etnis Han bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut etnis Uyghur.
Mengingat populasi Cina Han yang komposisinya ±98% dari total penduduk Cina, maka terdapat perbedaan besar yang meletakkan norma, standar, dan keyakinan etnis Uyghur termarginalisasi. Bahkan pemerintah Beijing beranggapan agar persoalan etnis minoritas di Xin Jiang itu dieliminasi secara agresif melalui agresi militer. Berbagai realisasi kebijakan tersebut antara lain terjadinya genosida, “ethnic cleansing”, bahkan wanita dan anak-anak menjadi korban. Etnis Uyghr tidak diberi kesempatan untuk beribadah sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan pada bulan Ramadhan tahun 2015, pemerintah Cina melarang muslim di Cina berpuasa dengan menetapkan kebijakan untuk makan siang bersama pada waktu yang telah ditentukan. Jika ada warga yang tidak ikut makan siang bersama maka akan diberi sanksi bahkan dipecat dari pekerjaannya. Begitupun kebijakan makan siang bersama di bulan Ramadhan ini berlaku juga pada seluruh siswa di Cina. Jika ada siswa yang tidak ikut makan siang bersama, maka siswa tersebut akan diberi sanksi atau dikeluarkan dari sekolah.
Jadi, implementasi multikulturalisme di Cina tidak bisa dikatakan baik dengan adanya diskriminasi terhadap etnis minoritas Uyghur. 


Sejarah Lahirnya IPS di Indonesia

Embrio IPS untuk pertama kalinya muncul dalam seminar Civic Education di Tawangmangu, Solo tahun 1972. Sedangkan konsep IPS untuk pertama kalinya masuk ke dunia persekolahan pada tahun 1972-1973 dalam Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PSSP) IKIP Bandung. Dalam kurikulum SD 8 tahun PPSP ini digunakan istilah “Pendidikan Kewarganegaraan Negara/Studi Sosial” sebagai mata pelajaran terpadu. Kemudian secara formal dan bersifat nasional, istilah IPS muncul tahun 1975 untuk SD/SMP/SMA, dikenal dengan Kurikulum 1975, sedangkan untuk Sekolah Keguruan disahkan pada tahun 1976, dikenal dengan Kurikulum 1976  (Supardan:2015).
Pada tanggal 17 januari 1975, melalui Keputusan Pendidikan dan Kebudayaan nomor 008c/U/1975, Pemerintah menetapkan kurikulum baru untuk SMP dan dinamakan kurikulum 1975, sesuai dengan tahun penetapan berlakunya kurikulum tersebut. Dapat dikatakan bahwa kurikulum 1975 memberikan landasan baru bagi kebijakan pengembangan kurikulum di Indonesia. Kurikulum 1975 merupakan kurikulum pertama di Indonesia yang dikembangkan berdasarkan teori, model, dan desain kurikulum modern. Dalam kurikulum 1975, unsur pendidikan kewarganegaraan dalam IPS mulai dipisahkan dan dijadikan bidang studi tersendiri dengan nama Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Dalam kurikulum 1994, materi mulai disederhanakan dan diserahkan kepada guru selaku pengembang kurikulum untuk memperluas dan memperdalam materi. Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Dasar tahun 2006 yang ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22 tahun 2006 mempunyan karakteristik tersendiri karena kurikulum IPS yang mulai berlaku tahun pelajaran 2006 ini tidak menganut istilah pokok bahasan, namun cukup sederhana yakni Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Hal ini memberikan peluang yang luas kepada guru sebagai pengembang kurikulum untuk berkreasi dalam pengembangan kurikulum yang mengacu pada pembelajaran IPS yang PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Pendidikan IPS SD dalam kurikulum 2006 bersifat hanya memberi rambu-rambu untuk kedalaman dan keluasan materi dalam mencapai kompetensi dasar yang diharapkan, dalam kurikulum 2006, aspirasi setempat (muatan lokal) dapat dituangkan dalam proses pembelajaran IPS Terpadu. Materi pelajaran IPS SD terdiri dari materi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Materi IPS SD tidak tampak secara nyata, namun tertata secara terpadu dalam standar kompetensi yang dimulai sejak kelas 1 sampai kelas 3 dilaksanakan melalui pendekatan tematik, seedangkan pada kelas 4 sampai kelas 6 dilaksanakan melalui pendekatan pelajaran.


Daftar Pustaka

Supardan, Dadang. 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Persfektif Filosofi dan Kurikulum.  Bandung. Bumi Aksara

Tuesday, 29 December 2015

Belajar dan Mengajar Berhitung

Berhitung adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki karena banyak sekali aktivitas kehidupan manusia yang membutuhkan kemampuan berhitung. Hasan Alwi (2003:140) berpendapat bahwa berhitung berasal dari kata hitung yang mempunyai makna keadaan, setelah mendapat awalan ber- akan berubah menjadi makna yang menunjukkan suatu kegiatan menghitung (menjumlahkan, mengurangi, membagi, mengalikan dan sebagainya)
Nyimas Aisyah (2007:6-5) menyatakan bahwa kemampuan berhitung dalam pengertian yang luas, merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dikatakan bahwa dalam semua aktivitas kehidupan manusia memerlukan kemampuan ini. Sedangkan menurut Peterson menyarankan bahwa, untuk memberikan penekanan pada makna dan pemahaman tersebut serta untuk mengembangkan kemampuan berpikir dengan tingkat yang lebih tinggi, maka pemecahan masalah dalam matematika tidak hanya merupakan bagian yang terintegrasi dalam pembelajaran, melainkan harus menjadi dasar atau inti dari kegiatan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa berhitung adalah suatu kegiatan atau sebuah cara menyenangkan untuk belajar memahami konsep bilangan.
Matematika pada hakekatnya merupakan cara belajar untuk mengatur jalan pikiran seseorang dengan maksud melalui matematika seseorang dapat mengatur jalan pikirannya Suriasumantri (Ahmad Susanto, 2011:98). Dalam kaitannya, salah satu cabang dari matematika ialah berhitung. Berhitung merupakan dasar dari beberapa ilmu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti, penambahan, pengurangan, pembagian, ataupun perkalian. Untuk anak usia dini dapat menambah dan mengurangi serta membandingkan sudah sangat baik setelah anak memahami bilangan dan angka (Slamet Suyanto, 2005:73).
Bilangan adalah konsep matematika yang sangat penting untuk dikuasai oleh anak, karena akan menjadi dasar bagi penguasaan konsep-konsep matematika selanjutnya pada jenjang pendidikan formal berikutnya. Bilangan adalah suatu obyek matematika yang sifatnya abstrak dan termasuk kedalam unsur yang tidak didefinisikan (underfined term). Untuk menyatakan suatu bilangan dinotasikan dengan lambang bilangan yang disebut angka. Bilangan dengan angka menyatakan konsep yang berbeda, bilangan berkenaan dengan nilai sedangkan angka bukan nilai melainkan suatu notasi tertulis dari sebuah bilangan. Sedangkan yang dimaksud dengan operasi bilangan pengerjaan pada nilai bilangan. Bilangan itu mewakili banyaknya suatu benda (Sudaryanti, 2006:1).
Fungsi utama pengenalan matematika ialah mengembangkan aspek kecerdasan anak dengan menstimulasi otak untuk berpikir logis matematik. Operasi bilangan termasuk dalam hubungan matematis, setelah anak mampu berhitung, anak akan menyampaikanya secara matematis.

Operasi bilangan atau yang disebut juga aritmetika yang asli katanya dari bahasa Yunani - arithnos yang berarti angka merupakan cabang matematika yang mempelajari operasi dasar bilangan. Operasi dasar aritmetika atau operasi dasar bilangan adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian (http://id.wikipedia.org/wiki/Aritmetika). Hal serupa dikemukakan pula oleh Sudaryanti (2006:18) bahwa penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian merupakan operasi bilangan yang sangat dasar. Namun, untuk anak usia dini dapat menambah dan mengurang sudah sangat baik. Operasi bilangan diperkenalkan pada anak setelah anak memahami betul bilangan dan angka. Anak usia dini dapat memahami operasi bilangan dengan cara yang sangat sederhana (Sudaryanti, 2006:18). Menurut Slamet Suyanto (2005:63), matematika bukan pelajaran ingatan melainkan mengembangkan kemampuan berpikir. Jika anak sudah mengenal bilangan dan memahami operasi bilangan maka anak telah berpikir logis dan matematis, meskipun dengan cara yang sangat sederhana. Pada anak usia dini kemampuan yang akan dikembangkan diantaranya: (a) mengenali atau membilang angka; (b) menyebut urutan bilangan; (c) menghitung benda; (d) menghitung himpunan dengan nilai bilangan benda; (e) memberi nilai bilangan pada suatu bilangan himpunan benda; (f) mengerjakan atau menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan konsep dari konkret ke abstrak. (Ahmad Susanto, 2011:62).