بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Thursday, 8 December 2016

Pentingnya Perpustakaan Kelas dalam Membangun Budaya Membaca

Perpustakaan kelas memainkan peranan penting dalam mencapai keterampilan membaca siswa. Menurut laporan NAEP, dalam kelas dengan perpustakaan yang didesain dengan baik maka akan memerikan ruang bagi siswa untuk lebih berinteraksi dengan buku-buku, memberikan kebiasaan yang positif, memberikan waktu yang lebih banyak untuk membaca, dan membantu siswa untuk menggapai pencapaian yang lebih tinggi dalam keterampilan membaca (Hunter: 2004)
Siswa yang melakukan kegiatan membaca di kelas dengan konsisten terbukti mempercepat kemampuan membaca mereka (Neuman:2001). Sebuah studi (Anderson & Nagy dalam Catapano, Fleming, & Elias: 2009) menyebutkan bahwa anak-anak belajar rata-rata 4000 hingga 12.000 kosakata baru setiap tahunnya sebagai hasil dari membaca buku secara konsisten.
Siswa harus memiliki akses ke teks-teks atau buku  dimana mereka dapat melihat diri mereka sendiri dan pengalaman mereka bisa terwakili dan dihargai, mereka juga memerlukan teks-teks yang mewakili keragaman karakter, setting, dan cerita reflektif dari masyarakat yang lebih luas
Dengan adanya perpustakaan kelas, siswa akan termotivasi untuk membaca. Akses siswa terhadap buku akan lebih dipermudah. Siswa bisa dengan langsung untuk memilih buku yang ingin dia baca tanpa harus berjalan ke gedung perpustakaan sekolah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan buku yang ingin dibaca di perpustakaan kelas, 50% nya tertarik untuk membaca dibandingkan dengan siswa yang tidak meiliki akses ke perpustakaan kelas (Hunter: 2004). Dengan buku yang bervariasi akan memotivasi siswa untuk lebih banyak membaca, dan lebih banyak membaca, maka mereka akan menjadi pembaca yang lebih baik. Buku yang berkualitas akan menjadi alat untuk siswa berlatih membaca.
Perpustakaan kelas akan membantu siswa yang terbatas dalam mendapatkan akses untuk membaca. Banyak faktor yang menghalangi siswa untuk membaca, seperti faktor sosial ekonomi. Keluarga yang kekurangan dalam hal finansial akan sulit untuk memberikan fasilitas bagi anaknya untuk membaca. Perpustakaan kelas aan membantu siswa yang datang dari keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan akses membaca buku. 
Perencanaan ruang kelas dimulai dengan mempertimbangkan bagaimana cara mengakses buku dan seberapa banyak buku yang harus disiapkan. Kebanyakan guru mulai mengumpulkan buku untuk perpustakaan kelas mereka jauh sebelum mereka menyelesaikan program persiapan guru mereka. Namun, tidak selalu jelas bagaimana banyak buku yang mereka butuhkan atau apa jenis buku yang mereka harus mencari.
Fountas dan Pinnell (2001) menekankan pentingnya membangun koleksi buku yang bervariasi sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan membaca mereka serta memperluas dunia mereka. perpustakaan kelas harus mencakup berbagai teks dari berbagai format, genre, dan jenis, termasuk teks-teks yang dapat diterapkan untuk belajar di berbagai bidang konten. Narasi dan teks ekspositoris tentang berbagai topik harus banyak, dan teks-teks tentang lingkungan harus dimasukkan dalam rangka untuk menarik berbagai kepentingan dan untuk mengekspos siswa untuk format teks yang berbeda. Ketersediaan pilihan bagi siswa membaca di, atas, atau bawah tingkat kelas sangat penting, termasuk banyak buku yang memudahkan bagi siswa untuk mengeksplorasi dan berpetualangan dengan bebas (Fountas & Pinnell 2006, p.518).
            Salah satu aturan praktis tentang berapa banyak buku yang harus disediakan di dalam perpustakaan kelas adalah dengan merencanakan minimal 10 buku untuk setiap anak di dalam kelas, dengan tidak kurang dari 100 buku (Fractor, Woodruff, Martinez, & Teale, 1993; Reutzel & Fawson, 2002). Allington dan Cunningham (2001) menyarankan 700-750 buku untuk setiap kelas di sekolah dasar. Miller (2002) menyarankan untuk membangun koleksi perpustakaan secara bertahap. Pembelian setiap buku yang sudah  usang  atau yang sudah tidak up-to-date tidak akan membantu anak-anak mendapatkan semangat atau motivasi  untuk buku-buku di perpustakaan. Sebaiknya guru menyediakan buku yang baru dan menarik sehingga siswa tertarik untuk membacanya. Siswa harus membaca literatur berkualitas tinggi, teks-teks atau buku yang disediakan di dalam perpustakaan kelas berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang menarik dari membaca (Miller, 2002, p 47.). Catapano, Flemming & Ellias (2009) merekomendasikan bahwa guru secara bertahap bekerja mengumpulkan buku dengan kuantitas direkomendasikan hal ini dikarenakan lebih penting untuk memiliki buku berkualitas tinggi daripada hanya memiliki sejumlah besar buku.
Pengorganisasian buku-buku dalam perpustakaan kelas harus memposisikan sejumlah besar buku yang akan ditampilkan dengan cover yang  terlihat sehingga siswa akan dengan mudah memilih buku yang ingin mereka baca. Jika bukunya tidak memiliki cover yang menarik tapi di dalam bukunya  menawarkan ilustrasi warna-warni dan / atau kisah yang hebat, maka buku tersebut harus ditampilkan dengan cara memperlihatkan isi buku  tersebut yang akan menarik siswa untuk mengeksplorasi buku. Buku-buku yang lama dan yang baru pun harus dipisahkan. Disediakan pula tempat untuk buku-buku yang direkomendasikan guru dan buku-buku yang direkomendasikan siswa.
            Setiap minggu beberapa buku harus dirotasi (McGee & Richgels, dalam Catapano, Fleming, & Elias:2009). Beberapa favorit tetap ditinggalkan di perpustakaan kemudian menambahkan buku baru yang mewakili topik terbaru yang sesuai dengan kurikulum. Juga, termasuk buku yang mewakili topik masa depan dalam kurikulum sehingga siswa akan mulai membentuk ide-ide tentang apa yang mereka akan belajar dan sehingga mereka dapat menawarkan apa yang mereka sudah tahu tentang topik ketika mereka mulai sebuah proyek baru atau tema. Ketika merotasi buku, menambahkan buku baru secara bertahap, menempatkan kembali favorit jika siswa protes. Salah satu cara untuk menilai buku apa saja yang membuat siswa tertarik akan buku yang  tersedia di perpustakaan adalah memiliki grafik yang memperlihatkan keinginan siswa untuk memilih buku-buku baru yang ditambahkan. Cara lain untuk mengatur bagaimana perpustakaan digunakan adalah meminta siswa untuk mencatat buku apa yang mereka inginkan untuk dieksplorasi (Catapano, Fleming, & Elias:2009).


Budaya Membaca dan Minat Membaca

Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah cara untuk membuka jendela tersebut. Dengan membaca terbentanglah dunia yang belum kita ketahui sebelumnya.  Bahan bacaan seperti buku, Koran, artikel, novel, jurnal dan bahan bacaan lainnya merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, sejarah, seni, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Kegiatan membaca juga dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita juga mampu membuat kita untuk berpikir kritis.
Manfaat membaca sangat banyak sekali, hanya disayangkan, budaya membaca di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara lain. Anak-anak Indonesia belum terbiasa untuk membaca buku sejak dini sehingga budaya membaca belum terbentuk. Karena budaya membaca ini belum terbentuk maka hal ini berakibat pada rendahnya kemampuan anak-anak Indonesia dalam membaca. Rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia dibuktikan dengan laporan Bank Dunia No. 16369-IND, dan studi IEA (International Association for the Evaluation of Education Achievement) di Asia Tenggara yang menyatakan bahwa “tingkat terendah membaca anak-anak dipegang oleh negara Indonesia dengan skor 51,7 di bawah Filipina (skor 52,6); Thailand (skor 65,1); Singapura (skor 74,0); dan Hongkong (skor 75,5)”. (http://www.pembelajar.com/wmview.php)
Melihat data tersebut terlihat jika Indonesia termasuk negara yang ketinggalan jauh dibandingkan negara lain dari segi kemampuan membaca dan kecintaan terhadap membaca. Kebiasaan membaca orang Indonesia masih lemah sehingga membaca belum menjadi budaya yang dapat kita temui di masyarakat sehari-hari.
Meningkatkan keterampilan dan minat baca saat ini sangat diperlukan. Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung mendorong kita untuk mempertajam dan memperluas wawasan kita terhadap informasi-informasi yang tersebar. Adalah salah satu dari tugas para pendidik untuk membantu meningkatkan keterampilan dan minat membaca siswa. Berdasarkan penelitian, yang sebenarnya telah diketahui oleh para pendidik sejak lama bahwa semakin banyak dan sering anak-anak berhubungan dengan buku, maka akan membuat mereka menjadi pembaca yang lebih baik. Para pendidik dapat membatu anak-anak untuk menjadi pembaca yang baik dengan mendorong anak-anak untuk membaca setiap hari dan berinteraksi dengan buku dengan memberikan fasilitas berupa perpustakaan kelas. 


Monday, 5 December 2016

SpartAce Couple: Romance in Episode 328


The pictures proved it.

They were in a same team. Twice came to Running Man and 3 of them were in the same team with Spartace couple.

They made a good team and won the games.

There were not much their scene because the PD cut their team scenes a lot.

But their scene together were too fishy.

I captured the scene when they had to eat some food with eels. They talked about TT dance that Jihyo did last week (yesterday). Jihyo said that she was angry because of the dance. Then KJK confirmed
that Jihyo watched the dance before sleeping. Here it is, the pictures proved it.



Jihyo said that she was angry because she had to watch the Twice (TT) video before she's going to sleep. KJK said that she did it. The PD then asked whether Jihyo really watched it or not. KJK conformed it by nodding his head. I feel that this is something fishy. In my weird mind, I think that KJK and Jihyo spent the night together (aaaaaaaw.......). Jihyo said that she watched the MV before she slept then KJK said it was true. Oh my God...my weird mind is going crazy.............



Then Jihyo did the dance and acted cute. Looks, how KJK looked at her with his sweet smile.


I don't know why Jihyo acted so cute in front of him. This's not like Jihyo whom we watch every week who acted so independent and tough. 


I love the way they look at each other...

Oh my...why she acted like this???????
Jihto acted cute non stop....










Tuesday, 29 November 2016

SpartAce Couple: Romance in Episode 327


They were even not in a same team..but we're be able to see their romance.

When they would do singing mission. KJK said that Jihyo's a good singer (maybe, he teaches her how to sing or they often go to karaoke together)

It's KJK who said that Jihyo's a pretty good singer

Then, when they decided to do the order by not doing rock-paper-scissors. YJS suggested to pinch each other thigh. Then Jihyo pinched KJK's thigh and complained that she couldn't pinch it. she didn't do it reluctantly (maybe she's doing it quite often...lol. Maybe when they are alone and in romantic mood. Pinch each other..lol)

Tuesday, 8 November 2016

SpartAce Couple: Romance In Episode 324


This episode is the last episode Gary joining Running Man. It's so sad realizing that Gary left the show. It also means that Monday Couple's break up. There will be no more Monday Couple in the show. But anyway, thanks to Gary for giving us so much laugh and excitement. 

Monday Couple was end, but Spartace couple still alive and I hope that they will end walking in alley and build their own family.

KJK is so considerate toward SJH, but as we know that their romance will not be aired. But we still caught their sweet moment, and that made our day. 

KJK gave a massage to SJH, I believe it because SJH brought that heavy plant and it made her back ache. I still remember when SJH gave KJK a massage too in episode 310.

I think a massage is an intimacy thing. So, when they did it casually, it means there is something sweet between them (I hope my prediction is right).


Monday, 31 October 2016

SpartAce Couple: Camera Off Romance


We often saw this couple's romance when the camera wasn't on. We're lucky enough when the fans took their moments. The first romantic moment maybe when they were in Australia. We're not lucky to see them on camera, but we're super lucky when the fans camera caught them.

The most incredible picture that the fans took - maybe- when the fans camera caught them in the act in a park during the episode 317 filming. They looked on a secret date.





Or when they were in a market






Or when they're waiting during the mission



Or when they practiced together


picture credit as tagged

SpartAce Couple: Romance in Episode 323


It's long time ago since I posted the romance of SpartAce couple. Today, after watching episode 323, I found that KJK and SJH are more more comfortable each other...