Wednesday, 25 March 2015

Pendidikan dalam Masyarakat Tradisional


Pendidikan tradisional sangat menekankan pentingnya penguasaan bahan pelajaran. Menurut konsep ini, ingatanlah yang memegang peranan penting dalam proses belajar di sekolah (Machmud:1979). Pendidikan tradisional telah menjadi sistem yang dominan di tingkat pendidikan dasar dan menengah sejak abad ke-19 dan mewakili puncak pencarian elektik atas ‘satu sitem terbaik’.
Menurut Smith (Freire:1999), ciri utama pendidikan tradisional adalah:
1. anak-anak biasanya dikirim ke sekolah di dalam wilayah geografis distrik tertentu.
2. anak-anak dimasukkan ke kelas-kelas yang biasanya dibedakan berdasarkan umur.
3. anak-anak masuk sekolah di tiap tingkat menurut usia mereka.
4. anak-anak naik kelas setiap habis satu tahun ajaran.
5. prinsip sekolah otorian, anak-anak diharapkan menyesuaikan diri dengan tolok ukur perilaku yang sudah ada.
6. guru memikul tanggung jawab pengajaran, berpegang pada kurikulum yang sudah ditetapkan.
7. sebagian besar pelajaran diarahkan oleh guru dan berorientasi pada teks.
8. promosi tergantung pada penilaian guru.
9. kurikulum berpusat pada subjek pendidik (guru).
10. bahan ajaran yang paling umum tertera dalam kurikulum adalah buku-buku teks.

Dalam kebudayaan masyarakat tradisional, agen pendidikan yang formal termasuk didalamnya adalah keluarga dan kerabat. Sekolah, muncul dengan terlambat di lingkungan masyarakat tradisional. Menurut Manan (1989) kondisi yang mendorong timbulnya lembaga pendidikan (sekolah) dalam masyarakat tradisional adalah:
1. perkembangan agama dan kebutuhan untuk mendidik para calon pemuka agama.
2. pertumbuhan dari dalam lingkungan masyarakat itu sendiri maupun dari luar.
3. pembagian kerja dalam masyarakat yang menuntut keterampilan dan teknik khusus.
4. konflik dalam masyarakat yang mengancam nilai-nilai tradisional dan akhirnya menuntut pendidikan untuk menguatkan penerimaan nilai-nilai warisan budaya.
Dalam masyarakat tradisional, pembelajaran menjadi lebih mudah sebab objek pembelajaran selalu dapat diperoleh.

Facts About No Min Woo


Do you know him?....
He is not first rate actor, yet. But I like him since he's so talented. He can sing well, his voice is nice. He can play many musical instrumentals. He plays piano, guitar, and drum very well. I watched him for the first time in Full House 2. Then I started to like him and were amazed cause he's so talented artist.

He is a Korean but he was born in Japan.

He was born in May, 29, 1986.

He was an SMEnt trainee and debuted as a drummer of TRAX in 2004 but left the group in 2006. 

He plays piano, drum, and guitar very well.


 He sings very well. I like his soft and nice voice.
He's so talented. He also write and compose many songs. He did the job as composer and singer for 'Story of Wine' Ost.

He always sing Ost for his drama. He sang 'Trap' for Nine-Tailed Fox. 'Sad Song' and 'Can I Love You' for Midas. 'Touch', 'Sad Touch' and "Hello Hello' for Full House 2. 'Snake Eyes' and 'Heaven' for God's Gift-14 Days. 'Crazy Love' for The Greatest Marriage.

He got SBS Drama Award 2010 as New Star for his role in My Girlfriend is Nine-Tailed Fox.

He don't reveal his blood type because he's afraid that people will judge him for his blood type.

Some people think that he is a gay but he revealed that he is not. Because of these photos, some people started to think that he's a gay. However, he said that he did those poses because his fans like it and it was just for fanservice.


He has nice abs.


He speaks Japanese fluently.

No Min Woo in Dramas
Greatest Marriage
My Girlfriend is Gumiho
Midas

Full House 2

to be continued...

 

Monday, 2 February 2015

Spartace Couple: Couple Stuffs

Sometimes, a couple wear same outfit to show their love. Remember, when SNSD came to Running Man as guest and made a couple with RM members. They had a mission, bought and wear couple things. I remember, that time KJK coupled with Seohyun, they bought and wear couple tee, necklace and phone bag. 
Now, I'm trying to gather the couple things that KJK and SJH wear. Maybe they wear a same stuff coincidentally. But, because I'm a Spartace couple shipper, I'll say that they wear couple stuffs. hahahaha.

1. Couple Shoes. They wear, I will say, couple shoes in 3 different fan meetings. 



2. Couple Socks. They wear same socks style






3. Couple Bracelet





4. Couple T-shirt

5. Couple Sunglasses



to be continued....

pics credit as tagged

Friday, 9 January 2015

Manfaat dan Mudhorot Dihentikannya Pelaksanaan Kurikulum 2013 Sementara




Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) no. 160 pasal 1 yang menyatakan bahwa,
Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.

Dan pasal 2 nya
(1) Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 (tiga) semester tetap menggunakan Kurikulum 2013.
(2) Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013.
(3) Satuan pendidikan rintisan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berganti melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 dengan melapor kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan
kewenangannya.

Maslahat bagi guru dan siswa mungkin siswa di masa depan akan diberikan kurikulum yang terbaik yang telah dievaluasi sehingga ketika diberlakukan sudah tidak ada lagi kekurangan baik dalam isi buku maupun masalah penilaian. Dampak positif yang lainnya mungkin kesiapan guru yang akan lebih disiapkan lagi untuk kelak melaksanakan kurikulum 2013 dengan terus melakukan pelatihan-pelatihan supaya sikap, kemampuan, dan mental guru benar-benar siap sehingga bisa dengan sikap, mental dan kemampuan yang sudah terlatih guru bisa lebih optimal dalam melaksanakan isi kurikulum 2013 sehingga dapat membantu siswa dalam mengembangkan segala potensi yang dimilikinya.
Sedangkan dari segi’mudharat’ nya adalah siswa akan dibuat bingung oleh sistem kurikulum yang berubah-rubah dalam waktu yang sangat singkat. Baru saja siswa beradaptasi dengan metode dan pendekatan belajar yang disusun oleh kurikulum 2013 harus terpaksa kembali lagi ke metode dan pendekatan belajar yang disusun kurikulum 2006. Sebenarnya isi pembelajaran yang disusun oleh kurikulum 2013 sudah berimbang dalam mengakomodir berbagai aspek perkembangan siswa seperti kognitif, afektif dan psikomotornya. Siswa juga dilatih berpikir dan berjiwa peneliti dengan pendekatan saintifiknya. Hanya saja, di lapangan para praktisi, yaitu guru sangat keberatan dengan sistem penilaian yang dianggap memberi beban yang terlalu banyak pada guru dalam aspek penilaian. Selain dari kebingungan siswa dalam proses belajarnya, ‘penundaan’ kurikulum 2013 juga telah menyia-nyiakan anggaran/ biaya yang dikeluarkan pemerintah dari APBN. Buku yang sudah tersedia juga akhirnya menjadi tidak terpakai. Banyak biaya yang dikeluarkan menjadi tidak manfaat.

SpartAce Couple: I Only Care About You


My writing about SpartAce Couple now is about how they care each other. I re-watch old episodes and paid more attention  to this couple scene and gladly found out that they actually care about each other. Remember last end year episode which JH only gave towel to KJK. And also after JH did something rude to JK during the game, she would hug him.
When Suzy came as a guest in ep hallyu, JK seemed protect JH from something I dunno what. But his reaction made me think that he's a real gentleman.


In ep. 103 when JH's tee was wet, she put a towel on JK's back so she would not make JK's tee wet too or dry it I dunno which one. It's so heartwarming scene and I can feel JH care a lot about her man (lol). Look Shin Se Kyung gaze, maybe she thought that JH was really caring to JK, it must be something beside her action...lolol

More...When JK did a game in ep. 164 and had to cover his eyes eat unhealthy food, JH reminded him that it was fried food.


More... In ep 178, after JK finished the game crossing Han river and got wet, JH gave him a towel and warm his hand by holding his hand.

Tuesday, 30 December 2014

Perkembangan Kurikulum 2013 dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Siswa



Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) no. 160 pasal 1 yang menyatakan bahwa,
Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.
Berdasarkan Permendikbud tersebut, maka keberlangsungan kurikulum 2013 menjadi tidak jelas kapan akan diberlakukan kembali. Menurut menteri pendidikan, isi dari kurikulum 2013 perlu dikaji ulang dan dievaluasi dengan waktu pengkajian ulang yang belum ditentukan.
Dampaknya bagi perkembangan siswa tentu saja berdampak positif dan negatif. Dampak positifnya mungkin siswa di masa depan akan diberikan kurikulum yang terbaik yang telah dievaluasi sehingga ketika diberlakukan sudah tidak ada lagi kekurangan baik dalam isi buku maupun masalah penilaian. Dampak positif yang lainnya mungkin kesiapan guru yang akan lebih disiapkan lagi untuk kelak melakasanakan kurikulum 2013 dengan terus melaksanakan pelatihan-pelatihan agar supaya sikap, kemampuan, dan mental guru benar-benar siap sehingga bisa dengan optimal membantu siswa dalam mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Sedangkan dampak negatif nya adalah siswa akan dibuat bingung oleh sistem kurikulum yang berubah-rubah dalam waktu yang sangat singkat. Baru saja siswa beradaptasi dengan metode dan pendekatan belajar yang disusun oleh kurikulum 2013 harus terpaksa kembali lagi ke metode dan pendekatan belajar yang disusun kurikulum 2006. Sebenarnya isi pembelajaran yang disusun oleh kurikulum 2013 sudah berimbang dalam mengakomodir berbagai aspek perkembangan siswa seperti kognitif, afektif dan psikomotornya. Siswa juga dilatih berpikir dan berjiwa peneliti dengan pendekatan saintifiknya. Hanya saja, di lapangan para praktisi, yaitu guru sangat keberatan dengan sistem penilaian yang dianggap memberi beban yang terlalu banyak pada guru dalam aspek penilaian.

Pengaruh Kualitas Guru Terhadap Perkembangan Siswa



Guru, digugu dan ditiru. Itilah tersebut saya pribadi berpendapat tepat sekali karena siswa benar-benar melakukan apa yang dikatakan ataupun yang dilakukan oleh guru. Pernah suatu kali saya mengkritik guru Bahasa Inggris dari adik saya tentang pengucapan kata, tidak mengherankan adik saya lebih menurut apa yang dikatakan oleh gurunya dibandingkan nurut kepada saya, padahal saya juga guru Bahasa Inggris. Ya itu lah alasan kenapa saya bisa mengatakan bahwa Guru itu digugu dan ditiru. Hanya saja, saya meilhat permasalah kualitas guru di Indonesia yang tidak merata dan pengaruhnya pada perkembangan siswanya kelak. Berikut akan saya coba kemukakan tentang pengaruh mutu guru yang masih rendah terhadap pencapaian prestasi belajar siswa dan efek jangka panjang perkembangan siswa.
Menurut Slameto (1995:56-62), faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi 2 golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Fakor intern adalah faktor-faktor yang ada dalam individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada diluar individu.
Dalyono (1997:55) mengemukakan faktor-faktor yang menentukan pencapaian hasil belajar adalah:
a) Faktor internal (yang berasal dari dalam diri) seperti kesehatan, intelegensi dan
bakat, minat dan motivasi, cara belajar.
b) Faktor eksternal (yang berasal dari luar diri) seperti keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan sekolah.

Berdasarkan faktor yang menpengaruhi prestasi belajar, maka kualitas guru termasuk dalam faktor eksternal. Kualitas guru yang rendah tentu saja akan berpengaruh pada prestasi belajar dan perkembangan siswa. Guru yang tidak bisa mengembangkan metode atau cara mengajarnya akan menyulitkan siswa dalam mengembangkan potensinya. Guru yang tidak memperhatikan aspek kecerdasan majemuk siswa dan hanya berkutat pada pengajaran tradisional tentu tidak akan bisa atau sulit untuk menemukan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa-siswanya. Guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya juga tidak akan maksimal dalam memberikan pelajaran. Guru yang tidak memiliki wawasan tentang perkembangan anak, kemungkinan akan kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan potensi anak didiknya di sekolah sehingga kecerdasan dan potensi siswa yang diajarkannya tidak akan terkembangkan dengan baik. Sebagai contoh, guru yang tidak memilki wawasan tentang kecerdasan majemuk tenta saja akan kesulitan untuk menilai kecerdasan sebenarnya dari masing-masing siswa. Potensi dan kecerdasan siswa dalam bidang populer seperti bahasa dan matematika saja yang mungkin akan diperhatikan oleh guru sedangkan siswa dengan kecerdasan lain seperti kinestetik, musical, naturalis, dan lainnya tidak terperhatikan oleh guru sehingga potensi siswa dengan kecerdasan lain diluar bahasa dan matematika-logis akan dianggap tidak berprestasi. Padahal jika guru mampu untuk mengenal, mengidentifikasi, dan mengembangkan potensi siswa dengan kecerdasa lain maka siswa dengan kecerdasan selain bahasa dan matematika-logis juga akan mencapai prestasi dengan caranya sendiri.