بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Wednesday, 22 June 2011

Tips Naik Kendaraan Umum


Sekarang ini sangat tidak aman naik kendaraan umum, terutama bagi perempuan. Selain pelecehan seksual dalam bis juga resiko kecopetan. Teringat cerita teman ketika naik kereta api dari Kota Bandung menuju Bandung pesisian. Dengan berurai air mata teman saya tersebut menceritakan bahwa dirinya mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari penumpang lain, penumpang laki-laki yang mendorongnya hingga lelaki tersebut mendesak teman perempuan saya itu. Memang saat itu penumpang kereta api sedang dalam keadaan penuh sekali sehingga para penumpang berdesakan dan penumpang lelaki tersebut memanfaatkan keadaan untuk keuntungannya sendiri. Ada beberapa tips menghadapi kenakalan penumpang laki-laki dalam kendaraan umum. Yang pertama adalah hindari berdekatan dengan penumpang lelaki, jaga jarak dengan menggunakan pengahalang seperti tas. Kedua, usahakan untuk naik kendaraan bersama dengan teman. Lalu, jika bisa cari waktu dimana penumpang tidak terlalu berdesakan. Dan yang terpenting, sebagai perempuan jangan takut untuk melawan laki-laki yang kurang ajar, teriak saja agar penumpang lain tahu apa yang terjadi.
Selain resiko terkena pelecehan seksual, ada juga resiko kecopetan. Modus pencopetan sekarang bukan hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja tapi dilakukan oleh segerombolan pencopet yang saling bekerjasama. Kelompok tersebut biasanya terdiri dari lima sampai enam orang. Kejadian ini sering saya lihat dalam minibus. Biasanya kelompok ini mengincar penumpang yang hendak turun. Aksi mereka adalah ketika ada penumpang yang akan turun mereka akan dengan serentak seakan-akan hendak turun juga mendorong dan mendesak calon korban yang hendak turun, terkadang salah satu dari mereka menginjak kaki si calon korban. Setelah perhatian dan konsentrasi si calon korban teralihkan mereka akan dengan leluasa menggerayangi tas atau saku si calon korban. Jika belum berhasil mereka akan mencoba lagi trik yang sama pada calon korban berikutnya. Sebenarnya kernet dan penumpang lain mengetahui aksi mereka tapi tidak ada yang berani untuk menghentikan mereka karena ketakutan oleh ancaman dari kelompok pencopet tersebut. Jadi diantara penumpang hanya terdiam saja dan menyimpan kegeraman terhadap para pencopet itu dalam hati saja. Tips untuk menghadapi kejadian ini adalah jaga tas jangan sampai lengah. Lalu jangan keluarkan barang berharga, seperti handphone, jika ada telepon atau SMS masuk jangan dulu diterima, jika terpaksa harus menerima telepon lakukan dengan hati-hati dan simpan kembali di tempat yang aman yang jauh dari jangkauan pencopet. Siapkan uang untuk bayar ongkos di saku terpisah, jangan keluarkan dompet di kendaraan. Jika hendak turun dari kendaraan, pegang erat dan jaga tas jangan sampai lengah, jaga juga saku rok atau celana panjang kalau menyimpan handphone di tempat tersebut. Dan yang terpenting adalah awasi sekitar kita, jika ada gerakan yang mencurigan dari seseorang atau beberapa orang kita patut untuk berhati-hati dan waspada.
Selain kecopetan dengan cara diatas, ada juga dicopet dengan cara dihipnotis. Ini adalah yang paling berbahaya, karena bukan hanya handphone atau dompet saja yang raib, bisa jadi semua barang berharga kita akan raib seperti perhiasan, laptop, ataupun seluruh uang yang kita miliki. Ada beberapa tips untuk menhadapi keadaan ini. Pertama, jangan tatap muka orang yang asing bagi kita walaupun muka orang itu cantik atau ganteng, ya kalau berbicara dengan teman kita, kita harus menatapnya kalau tidak mau dicap sombong. Kedua, jangan terima makanan dan minuman dari orang, karena bisa jadi makanan atau minuman tersebut sudah dibubuhi obat tidur atau obat berbahaya lainnya. Ketiga, jangan terlalu serius mendengan omongan orang, kita bisa siasati dengan sambil mendengarkan MP3 player atau murottal. Keempat, pegang barang atau tas kita didepan perut, pegang erat-erat kalau bisa. Dan yang terakhir, jangan tidur terlalu nyenyak. Insya Allah aman.
Mudah-mudahan tips yang diberikan bermanfaat.

No comments:

Post a Comment