بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Friday, 4 November 2011

Back to ABG: Boyzone vs. Super Junior


Terkenang kembali masa-masa usia remaja. Usia ketika banyak hysteria yang terjadi. Masa puber, mulai sadar akan gender dan menyukai lawan jenis, masa pencarian diri dimana rasanya menyenangkan ketika terlibat masalah, baik masalah dengan teman-teman maupun dengan guru. Masa menyenangkan ketika memiliki idola ‘fiktif’.
Idola para remaja yang akan saya kenang kembali adalah para idola remaja yang dikenal dengan boyband. Kumpulan lelaki dengan paras tampan dan enak dilihat yang memiliki kualitas suara yang ‘lumayan’. Pada masa itu boyband mereguk masa keemasannya tahun 1990 hingga awal 2000 an. Masa ketika boyband tumbuh layaknya jamur dimusim penghujan. Hampir lebih dari 10 tahun para boyband masa itu berkilau menengelamkan para bintang dalam negeri. Pada masa itu Indonesia dibanjiri oleh boyband, bukan boyband dalam negeri, melainkan impor dari Ameriak dan Eropa. Sebut saja NKOTB, Take That, Boyzone, Backstreet Boys, Blue dan masih banyak lagi.
Teringat kembali bagaimana saat itu saya sangat mengidolakan Boyzone, boyband asal Irlandia. Saat itu akses untuk mendapatkan informasi atau gambar-gambar Boyzone sangatlah sulit dan terbatas. Akses yang didapat hanya dari majalah remaja atau MTV-saat itu MTV Asia pertama tayang.
Pada masa itu, musisi dalam negeri tidaklah segarang saat ini. Sinar mereka kalah dari musisi impor. Hanya musisi dengan performa yang ‘outstanding’ saja yang bisa bersaing dengan musisi ataupun boyband impor.
Dengan darah remaja saya yang mendidih dengan kesukaan terhadap Boyzone, saat itu saya merasa bahwa Boyzone adalah boyban terbaik. Dari album pertama sampai terakhir terpajang di rak kaset. Tidak satupun album yang luput saya beli. Setiap hari saya ‘tongkrongin’ channel MTV hanya untuk sekedar menunggu video klip Boyzone tayang. Pada masa itu, industry music masih cukup berjaya, walaupun ada beberapa kaset bajakan, yang original tak terkalahkan. Sehingga untuk membeli satu album saja saya harus menyisihkan uang saku. Harga 1 kaset saat itu sekitar 15 – 20 ribuan. Lumayan mahal untuk ukuran tahun itu.
Jika dibandingkan dengan masa sekarang. Pembajakan sangat berjaya. Akses untuk mendapatkan DVD bajakan dengan kualitas bagus dan harga yang sangat murah-5 ribu saja per keeping. Akses internet pun sangat mudah. Dengan segala kemudahan ini, dunia sepertinya tak ada batas penghalang. Acara yang tayang di negara dengan perbedaan waktu yang lama bisa dengan mudah diakses di intenet dalam hitungan jam saja. Bahkan tayangan live di Negara lain bisa lansung diakses lewat TV internet atau TV kabel.
Luar biasa, bagaimana ABG 10 tahun yang lalu tidak pernah mengenal apupun yang berbau Korea Selatan, kecuali prestasi pebulutangkis wanita competitor dari Susi Susanti, Bae Yong Jung. Saat ini apapun berasal dari Korea Selatan sedang digandrungi ABG di tanah air. Lihat saja bagaimana drama asal Korea Selatan berjaya di Indonesia. Mengambil slot yang sangat banyak di sebuah TV swasta nasional. Tidak tanggung-tanggung 5 judul drama ditayangkan berturut-turut. Belum lagi TV ‘bukan’ nasional yang menayangkan. Ditambah lagi demam boyband Korea, yang ini lebih dahsyat lagi. Berhasil menyuntik semangat kaum untuk juga ramai-ramai membentuk boyband.
Tersebutlah Super Junior sebagai pemimpin Hallyu. Terkenal bukan hanya di kawasan Asia tetapi juga terbang melewati batas benua. Dikenal dihampir seluruh benua. Mereka dikenal di kawasan Amerika, dibuktikan dengan konser mereka di kawasan Amerika. Beberapa Negara di Amerika yang sepertinya beberapa ABG nya mengenal mereka antara lain: AS, Canada, Brasil, dan beberapa Negara lain (saya tidak tahu pasti coz I didn’t do brief investigation. I just saw the comments of their clip in youtube and I found some comments from the country around America). Pun mereka terkenal di Eropa, hal yang sama yang saya lihat dari beberapa komentar di youtube berasal dari kawasan Eropa seperti Italia, Spanyol. Kawasan Afika seperti Mesir, Afsel, Ghana, dll. Pun Timur Tengah, hal ini dilihat dari Arabis sub yang ada di beberapa clip mereka di youtube.
Jadi apa hubungannya antara Boyzone dan Super Junior. Jika dilihat dari perbedaan, jelas sekali mereka sangat berbeda. Boyzone berasal dari kawasan Eropa tepatnya Irlandia. Memiliki wajah yang tampan tanpa operasi plastic. Memiliki jumlah anggota 5 orang. Dengan 2 orang lead Vocalists, Ronan Keating dan Stephen Gately.  Memulai karier di tahun 1993 dan berakhir diawal tahun 2000 an. Bertahan hampir 8 tahun. Berpisah sementara untuk kemudian mengadakan reuni kembali dengan mengeluarkan album baru di tahun 2008.
Super Junior berasal dari kawasan Asia, tepatnya Korea Selatan. Memiliki wajah yang tampan setelah operasi plastic. Memiliki jumlah anggota yang banyak sekali untuk ukuran boyband, terbentuk dengan 13 orang anggota, dengan 6 orang vocalist (menurut saya yang vocalnya cukup nyawan saya dengarkan secara kualitas, 3 diantaranya ‘outstanding’), beberapa orang rapper (mungkin sekitar 4 orang rapper). Mereka adalah boyband yang mengedepankan ‘dance’ berbeda dengan Boyzone.
Satu hal yang menjadikan persamaan dari mereka adalah mereka mendapat kehormatan untuk disukai oleh saya. Jika Boyzone menjadi favorit saya di masa ABG, maka Super Junior menjadi favorit saya di masa dewasa. Sangat lucu, bagaimana perempuan seusia saya bisa ‘kembali’ tergila-gila oleh sebentuk boyband. Absurd. But that’s the fact. How I’m so envy when the other fans call Super Junior member, oppa. ^_^

No comments:

Post a Comment