بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Thursday, 18 September 2014

Tanpa Hati Tersiksa Jiwa dan Raga


Mengerjakan sesuatu karena terpaksa memang membuat diri tersiksa. Sekuat tenaga untuk menyukai apa yang harus dikerjakan tapi tetap hati sulit menerima sehingga raga tersiksa melaksanakannya.
Pada hari itu, hari Kamis saya diperintahkan untuk melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD) untuk Pembina Pramuka. Saya diminta untuk menggantikan beberapa teman guru yang tidak bisa mengikutinya dengan berbagai alasan yang mereka kemukakan. Dengan berat hati dan keterpaksaan yang sangat, saya pun melaksanakannya. Pada saat sesi teori, ada beberapa sesi yang memang saya lewatkan karena saya memang ada keperluan yang lain yang tidak bisa ditinggalkan. Karena beberapa sesi yang saya tinggalkan, sertifikat pun mereka tidak berikan sampai saya membuat tugas resume teori dari sesi yang saya tinggalkan.
Berlanjut ke 3 hari masa kemping yang terus terang saya sangat tidak menyukainya untuk saat ini. Masa saya sangat senang berkemping sudah lewat bertahun-tahun lalu. Saat ini saya memilih untuk tidaur ti kmar saya yang walaupun menurut orang tidak nyaman karena sangat berantakan tapi saya sangat senang sekali tidur di kamar tidur saya sendiri bukannya di tenda.
Dengan sulitnya hati ini untuk menyukai kegiatan kemping ini rasa kesal dalam hati selalu bergolak sehingga sulit sekali bagi saya untuk melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Senyum pun sulit tersungging di bibir saya. Saya melakukan kegiatan ini benar-benar sangat terpaksa sehingga kegiatan ini laksana ‘hukuman’ bagi saya. Pemikiran negatif pun terus bermunculan dari kepala ini. Dengan fikiran yang negatif ini saya sampai menganggap jika kegiatan ini sama sekali tidak ada menfaatnya bagi saya. Tidak ada positifnya dan sia-sia acara ini bagi saya. Saya benar-benar tidak bisa mengambil manfaat dari acara ini. Bagi saya, saya hanya melaksanakan perintah atasan dan melaksanakannya tanpa hati. Dan memang benar ketika kita melakukan sesuatu tanpa hati, maka jiwa dan raga kita akan tersiksa ketika melaksanakannya.
Pelajaran yang bisa diambil dari sikap saya dan kegiatan KMD itu adalah pekerjaan tanpa hati itu akan menyiksa jiwa dan raga. Seharusnya saya lebih berusaha lagi untuk menyukai apa yang saya kerjakan walaupun memang saya tidak menyukainya. Seharusnya saya sadar bahwa pasti ada positif dan manfaat dari kegiatan KMD itu. Hanya saja hati saya sudah terlanjur benci sehingga hal positif itu tertutup oleh hal-hal negatif yang terus saya ingin munculkan karena kekesalan. Mudah-mudahan kelak saya bisa lebih sabar dan ikhlas melaksanakan apa yang memang harus saya lakukan.


No comments:

Post a Comment