بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Monday, 1 December 2014

Penyebab Narsisme

Menurut Dr. Seiler, penulis buku “Battling the Enemy Within: Conquering the causes of inner struggle and Unhappiness”, memberi apapun yang anak inginkan secara terus menerus akan memanjakan dan tentu saja memberi kontribusi yang nyata kepada berkembangnya perilaku narsisme pada anak. Menurut Seiler, narsisme itu juga sebenarnya dikarenakan kurangnya perhatian dan pengasuhan emosi.
Hurlock (1978) berpendapat bahwa penyebab dari anak yang narsis atau egosentrik adalah:
·         Perlindungan secara berlebihan dari orangtua
·  Favoritisme orangtua. Orangtua yang menunjukkan favoritisme terhadap anak mereka mendorong mereka yang disukai untuk mengembangkan perasaan bahwa dirinya penting.
·         Aspirasi orangtua. Aspirasi orangtua yang kuat akan mendorong anak untuk bersikap superior.
·     Usia orangtua. Orangtua muda cenderung lebih memperhatikan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan anak sebaliknya orangtua yang berusia tua sering berorientasi pada anak dan hal ini mendorong anak menjadi egosentrik.
·         Pusat perhatian di rumah
·         Ukuran keluarga yang kecil
·         Urutan posisi (anak pertama atau bungsu)

Janet Lehman, SMW dari The Total Transformation program, menyatakan ada beberapa alasan mengapa anak-anak sekarang bersikap permisif dan memicu sifat narsistik. Salah satunya adalah karena para orangtua sekarang ini bekerja lebih keras dan lebih lama sehingga orangtua mengalami kelelahan yang lebih dan juga stress. Dengan tingkat stress dan keletihan yang lebih tinggi, orangtua sudah tidak memiliki cukup energy untuk beragumen dengan anak-anaknya sehingga orangtua akan memberi apapun yang diminta oleh anak-anaknya. Menurut Lehman, umumnya orangtua akan memberikan apapun kepada anak-anaknya apapun yang tidak bisa mereka dapatkan di masa mereka anak-anak. Dan orangtua akan merasa senang jika bisa memberikan apapun yang anak-anak mereka minta.
Menurut Sadarjoen (2003) yang mengutip Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, ada lima penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus, kurang bisa berempati sama orang lain, sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol moral yang kuat, dan kurang rasional. Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat memicu narsisme yang berefek gawat.

No comments:

Post a Comment