بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Wednesday, 6 January 2016

Aspek-Aspek Perubahan Yang Terjadi Dalam Kurikulum 2013 Dibanding Dengan Kurikulum 2006



Menurut Supardan (2015:107-108), perubahan yang terjadi dalam kurikulum 2013 adalah sebagai berikut;
1. Perubahan filosofi kurikulum
Kurikulum 2013 menganut filosofi eklektisme (Supardan:2015). Filsafat eklektisme pada hakikatnya adalah ingin memilih yang terbaik dari banyak pendekatan yang berbeda-beda, dari berbagai aliran filsafat pendidikan. Dalam hal ini dipilih filsafat pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

2. Keseimbangan antara soft skills dan hard skills
Kurikulum 2013 mencanangkan keseimbangan antara soft skills dan hard skills. Hal ini tampak dalam perbandingan kompetensi isi dan kompetensi dasar pada setiap pelajaran yang dituliskan secara eksplisit dengan porsi yang berimbang.

3. Pengurangan jumlah mata pelajaran dan penambahan jumlah jam belajar
Kurikulum 2013 memiliki jumlah mata pelajaran yang lebih sedikit, tetapi bertambah jumlah jam belajar pada setiap minggunya

4. Organisasi kurikulum pembelajaran, isi SD (Tematik terpadu/ integratif), SMP (IPS terpadu), SMA (Mata Pelajaran), SMK (Vokasional)
Kurikulum 2013 untuk SD merujuk pada bentuk pengembangan organisasi kurikulum, the integrated, developmental-activity curriculum. Implikasi dari pengembangan kurikulum ini adalah pembelajaran dikemas secara tematik. Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan pembelajaran dengan mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu topic atau tema tertentu dengan aspek perkembangan anak serta kebutuhan dan tuntutan lingkungannya.

5. Pendekatan belajar saintifik
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang merupakan ciri utama dalam pembelajarannya. Perdekatan saintifik memiliki karakteristik; (1) meteri pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran, (2) Interaksi guru dan siswa terbebas dari prasangka, subjektivitas atau penalaran yang menyimpang, (3) Mendorong siswa untuk berfikir kritis, analitis, dan tepat dalam proses pembelajarannya, (4) Medorong dan menginspirasi siswa untuk berpikir rasional dan objektif, (6) Berbasis pada konsep, teori dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan, (7) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas.

6. Penerapan pembelajaran Student Centered Learning
Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik relevan untuk dikembangkan di persekolahan karena dalam pendekatan saintifik, siswa belajar secara aktif dan mandiri. Siswa bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya serta mampu belajar beyond the classroom. Dalam penerapan pembelajaran student-centered ini, guru berperan sebagai mitra pembelajaran dan fasilitator. Dengan demikian siswa didorong untuk belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan usia peserta didik.

7. Penggunaan penilaian autentik

Penilaian autentik merupakan bentuk penilaian yang mengukur kinerja nyata yang dimiliki siswa. Kinerja siswa adalah aktivitas dan hasil aktivitas yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran. 



Daftar Pustaka
Supardan, Dadang. 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Persfektif Filosofi dan Kurikulum.  Bandung. Bumi Aksara

No comments:

Post a Comment