بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Friday, 4 November 2011

Abu Bakar



Abu Bakar adalah salah satu dari 10 sahabat Rasululloh yang dizamin masuk surga. Abu Bakar adalah sahabat Rasululloh yang paling dekat dengan Rasul dibandingkan sahabat-sahabatnya yang lain. Pengertian sahabat sendiri adalah orang-orang yang hidup di zaman Rasululloh hidup dan pernah bertemu dengan Rasul. Tapi Abu Bakar bukanlah hanya sekedar sahabat biasa. Tingkat persahabatan antara Abu Bakar dan Rasululloh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sahabat-sahabat yang lain. Rasul lah yang memberikan nama Abdulloh kepada Abu Bakar, sebelum masuk Islam, Abu Bakar bernama Abdul Ka’bah. Rasul lah yang lalu memberikan nama Abdulloh.
Nama Abu Bakar, artinya adalah ‘pemagi’ disebut begitu karena Abu Bakar termasuk orang yang awal masuk Islam. Ada 3 orang pertama yang masuk Islam. Yang pertama dari golongan lelaki dewasa adalah Abu Bakar, dari golongan wanita yaitu Khadijah, dan dari golongan pemuda yaitu Ali.
Abu Bakar diberi gelar As Shidiq, yang atinya membenarkan. Gelar tersebutkan diberikan pada Abu Bakar karena Abu Bakar selalu membenarkan segala yang dikatakan dan dilakukan oleh Rasululloh. Di saat banyak orang yang meragukan kebenaran peristiwa perjalanan Isra Mi’raj dan menganggap Rasul berbohong dan gila, dengan tidak ada keraguan sedikitpun Abu Bakar mempercayainya bahkan beliau berkata “Seandainya pun Rasululloh berkata lebih daripada ini maka aku akan mempercayainya.”
Abu Bakar juga adalah sahabat yang paling menyayangi Rasululloh. Begitu sayangnya beliau terhadap Rasululloh sampai mengorbankan dirinya sendiri untuk keselamatan Rasululloh yang disayanginya. Abu Bakar adalah orang yang mendampingi Rasul ketika ada perintah untuk berhijrah.
Suatu waktu ketika dalam perjalanan hijrah, pasukan musuh, yaitu pasukan Abu Jahal mengetahui posisi mereka, hingga mereka harus segera bersembunyi untuk menghindari pasukan Abu Jahal. Saat itu mereka menemukan sebuah gua, yaitu gua tsur. Gua tsur terkenal dengan banyaknya hewan berbahaya yang hidup di dalamnya. Ketika itu Abu Bakar lah yang mendahuui masuk ke dalam gua untuk memastikan keamanannya. Beliau menutup semua lubang yang mungkin membahayakan. Tapi musuh semakin mendekat hingga mereka harus segera masuk ke dalam gua untuk bersembunyi.  Setelah pasukan musuh tidak berhasil menemukan mereka, Abu Bakar ingin bergerak untuk keluar gua, tapi beliau merasakan bahwa tubuh Rasululloh terasa berat, ternyata Rasul tertidur dan bersandar pada Abu Bakar. Maka Abu Bakar membiarkan Rasululloh meneruskan tidurnya dengan bersandar pada tubuh Abu Bakar.
Lalu Abu Bakar melihat seekor ular di dalam lubang yang belum sempat ditutupnya. Maka Abu Bakar menutup lubang tersebut dengan kaki kirinya (Dalam riwayat lain disebutkan dengan tangan kirinya). Ular tersebut pun menggigit kaki kirinya. Karena Abu Bakar tidak ingin Rasul terbangun maka beliau menahan rasa sakitnya hingga tak terasa air matanya keluar sampai menetes dan mengenai wajah Rasululloh. Seketika Rasul pun terbangun dan merasa heran melihat Abu Bakar menangis. Setelah mengetahui penyebab Abu Bakar menangis, Rasul meludahkan air liurnya ke tangan dan mengusapkannya pada luka Abu Bakar dengan segera luka gigitan ular tersebut sembuh.
Dari peristiwa di gua tsur bisa kita bayangkan begitu sayangny Abu Bakar kepada Rasululloh.  Begitupun sebaliknya, Rasululloh sangat sayang sekali pada Abu Bakar. Ketika ditanya siapa yang Rasul paling sayangi, maka Rasul menjawab bahwa orang yang disayanginya adalah Abu Bakar. Rasul pun pernah berkata “Seandainya aku boleh memiliki kekasih selain Allah, maka aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi karena aku tidak boleh memiliki kekasih selain Allah, maka aku jadikan Abu Bakar sebagai sahaba terkasihku.”  Rasul pun pernah berkata bahwa Abu Bakar akan bersamanya kelak nanti di surga.
Saat menjelang wafatnya, Abu Bakar berwasiat agar dikuburkan di samping kubur Rasululloh. Abu Bakar pun dikuburkan di samping Rasul dengan posisi sangat berdempetan.
Betapa indahnya persahabatan diantara Rasululloh dan Abu Bakar. Mereka selalu bersama hampir setiap waktu ketika mereka hidup dan berjuang dalam Islam. Kubur mereka pun berdampingan. Dan kelak mereka pun akan bersama di surge. 

No comments:

Post a Comment