بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



Thursday, 15 December 2011

Kutemukan Persahabatan di Dunia Maya


Cyber world atau dunia maya adalah dunia yang sangat luas dan tidak bisa terprediksi. Dunia maya adalah dunia dengan 2 mata pisau yang sangat tajam. Di sisi satu, dunia maya memiliki nilai positif sedangkan di sisi lain adapula sisi negatifnya. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari dunia maya atau internet. Salah satunya adalah cepatnya informasi yang bisa didapatkan. Dengan mengetik kata kunci dari informasi yang kita butuhkan, kita bisa mendapatkan puluhan, ratusan atau bahkan ribuan informasi yang berkaitan dengan apa yang kita butuhkan. Dengan menjelajah internet atau dunia maya kita pun akan bertemu dengan berbagai macam orang yang berasal dari berbagai Negara, berbagai latar belakang, dan berbagai karakteristik. Begitupun sisi negative yang diperlihatkan oleh dunia maya atau internet ini. Mudah sekali menemukan situs-situs yang tidak bagus alias situs porno. Tidak usah kita mencari dengan mengetik kata kunci yang berhubungan dengan sesuatu yang porno, karena situs-situs porno tersebut ditawarkan dengan mudahnya, diiklankan dengan sangat luas di situs-situs non-porno. Dunia maya juga menjadi tempat yang mudah bagi orang-orang dengan niat tidak baik. Tidak sedikit orang-orang menggunakan internet untuk menipu. Diawali dengan pertemanan lalu menjurus kearah percintaan, seorang wanita bisa saja terjerat oleh tipu rayu sang pria. Dengan menampilkan gambar diri yang tampan dan seksi, pekerjaan yang mapan dan berasal dari Negara kaya, seorang pria mengumbar seluruh sisi bagus dari dirinya, mengumbar rasa cinta, bujuk dan rayu. Setelah sang perempuan terlena oleh ketampanan dan kekayaan sang pria, apapun yang diminta si pria akan diturutinya, termasuk memberikan rekening banknya. Tertarik oleh kata-kata si pria tentang uang yang akan ditransfer ke rekeningnya, si perempuan pun tanpa curiga memberikan nomor rekening banknya. Apa yang terjadi selanjutnya, uang yang ada di bank si perempuan terkuras habis. Pornografi dan penipuan mungkin baru beberapa saja yang ditampilkan sisi negative dari internet.
Berbekal pengalaman yang tidak mengenakan berhubungan dengan pertemanan di dunia maya atau internet hal pertama yang terpikirkan ketika ada seorang pria yang meminta pertemanan di suatu jejaring social adalah suatu pikiran yang negative. Berdasarkan pengalaman ‘bergentayangan’ di dunia maya, ketika ada seorang pria meminta pertemanan dengan seorang perempuan, bisa dipastikan ujung-ujungnya adalah membicarakan tentang seks atau bisa juga disebut ‘sex chat’. Jadi ketika suatu hari ada seorang pria yang mengaku berasalah dari Malaysia, pikirin negative pun muncul diawal, jangan-jangan lelaki ini pun ujung-ujungnya akan membicarakan tentang hal-hal negarif yang berujung pada ‘sex chat’. Pertama kali dia memperkenalkan dirinya dengan nama Hanyzan, berasal dari Selangor, Malaysia, tidak jauh dari Kuala Lumpur. Bekerja di sebuah perusahaan mobil asal Malaysia, Proton. Pertanyaan selanjutnya yang ditanyakan adalah status pernikahan dan Hanyzan ini menyebutkan kalau dia sudah menikah. Wah, sesuatu yang jarang terjadi selama saya ‘bergentayangan’ di dunia maya. Kebanyakan para pria menyebutkan status mereka masih single, terlepas dari benar atau tidaknya. Beberapa kali saya dan Hanyzan ini ngobrol di sebuah situs jejaring social. Setelah itu kami bersepakat untuk ngobrol lebih jauh lagi di Yahoo Messenger. Obrolan kami pun semakin sering dan seru. Awalnya saya tidak terlalu suka dengan dia, karena dia berasal dari Malaysia. Ini akibat dari hubungan yang buruk antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan informasi dari media yang saya terima baik dari media elektronik maupun cetak ataupun cerita teman-teman yang penah berkunjung ke Malaysia, bahwa orang Malaysia itu orang yang sombong dan menyebalkan. Satu informasi yang pernah saya dapat tentang orang Malaysia adalah mereka akan menghormati orang yang berbahasa Inggris. Maka di kesempatan pertama saya ‘chat’ dengan Hanyzan ini saya menggunakan Bahasa Inggris. Tapi dia meminta saya untuk menggunakan Bahasa Indonesia saja dan dia menggunakan Bahasa Melayu. Selama saya berdiskusi dengan abang ini, banyak sekali informasi dan pengetahuan baru yang saya dapatkan. Sayapun menyadari bahwa tidak semua masyarakat Malaysia menyebalkan seperti yang saya anggap saat ini. Bersnyukur saya mendapatkan sahabat baru, yang saling menasehati untuk menjauhi keburukan dan brlomba berbuat kebaikan. Semoga persahabatan ini dirihoi oleh Alloh SWT. Amin. 

No comments:

Post a Comment